Rabu, 17 Maret 2010

www.MyCleanReef.org, Situs Lingkungan Sarat Informasi

Tahukah kamu kalo buang sampah di pantai bisa merusak terumbu karang? Tahukah kamu kalau terumbu karang udah sangat langka? Tahukah kamu kalau sudah banyak sekali artis yang ikut serta dalam kampanye menjaga terumbu karang? TIDAK TAHU? Berarti kamu harus datang ke web yang satu ini.

Yep, www.MyCleanReef.org menawarkan banyak informasi buat kamu- kamu yang lagi mencari referensi tentang pantai dan organisme pendukungnya. Begitu membuka alamat ini, kamu akan langsung disuguhkan dengan nuansa warna- warna yang ngademin mata. Gimana nggak? Warna yang dipergunakan berkisar antara biru, putih dan orange serta untuk highlight utamanya digunakan warna merah. Yangmana sangat membantu kita dalam membaca karena tidak ada warna yang terlalu dominan. Bisa dibayangkan kalau backgroundnya warna- warna nyala dan ngejreng… tentu kita tidak bisa membacanya dengan baik. Pemilihan fontnya juga sangat membantu pengunjung karena tidak ada font yang berdempetan atau bertumpuk. Meski permainan warnanya terkesan 'main aman' kita bisa cukup puas karena tidak akan sakit mata saat membaca artikel- artikel terkait.

”MyCleanReef.org”

Selain itu pula terdapat gambar- gambar yang disusun dengan apik membuat kita semakin doyan membaca artikel-artikel yang dimuat di dalamnya. Tampilan artikelnya sendiri cukup baik karena tidak terlalu rame dan fokus pada laman utama saja. Cukup membantu terutama kalau kita sedang mencari artikel yang kita butuhkan. Dengan navigasi yang sederhana, my clean reef seakan benar- benar mengetahui kebutuhan pengunjungnya. Kita tidak akan dipersulit dengan navigasi yang bertele- tele dan kelewat membingungkan. Cukup mengklik dari artkel yang kita butuhkan. Hanya sayang tidak ada tombol search yang pastinya akan memungkinkan kita lebih mudah dalam mencari yang kita butuhkan. Dibarengi dengan isi web yang sangat sarat informasi, benarlah bila web ini dijadikan bahan refernsi kita dalam mencari data tentang kehidupan pantai dan laut.

Beberapa ulasan kampanye serta quote- quote artis tentu menambah rasa kepedulian kita terhadap pantai dan terumbu karang. juga ada informasi- informasi kecil yang sangat berguna bagi pengunjung. Belum lagi tagline "Let's Do the right things" yaitu ajakan untuk melakukan hal yang benar. Namun yang aneh disini ialah logo Coca- cola yang cukup mendominasi karena letaknya di pojok atas menjadi seolah-olah my clean reef ialah milik Coca- cola. Sedangkan logo- logo sponsor lainnya terdapat di bagian bawah. Penataan seperti ini membuat bingung pengunjung juga menimbulkan banyak pertanyaan. Alangkah baiknya jika MyCleanReef.org ini terlihat independent dan berdiri sendiri meski tentu disokong oleh sponsor- sponsor yang peduli terhadap kehidupan laut dan pantai.

Dari singkatnya waktu yang dibutuhkan untuk membuka web ini, dipastikan kecepatan loadingnya tidak terlalu lama. Namun, dalam beberapa kasus seperti deadline lomba dan polling, web ini bahkan tidak bisa dibuka saking crowdednya. Tentunya di hari- hari biasa tidak seperti itu. Gampangnya meninggalkan saran atau pesan di web ini membuat interaksi sangat gampang dilakukan. Apalagi setiap komment yang ditinggalkan oleh pengunjung selalu ditanggapi oleh admin membuat web ini sangat interaktif dan tidak mengecewakan pengunjung- pengunjung terutama yang bertanya dan membutuhkan jawaban.

Secara keseluruhan, www.MyCleanReef.org sangat memenuhi kriteria situs lingkungan yang sarat informasi. Terutama dengan berbagai artikel dan ulasan lingkungan di dalamnya yang sangat membantu kita- kita yang haus informasi. Beberapa tambahan yang mungkin akan sangat baik jika di tambahkan ialah seperti yang sudah dijabarkan diatas, seperti tombol search untuk mempermudah pencarian data, pemetaan sponsor yang lebih apik dan mungkin penambahan beberapa konten supaya lebih kaya akan informasi. Jadi, apakah kalian siap melakukan hal yang benar?

Berawal Dari Rokok....


Ssshhh…ssshhh..Seorang remaja pria menghembuskan asap putih keabu-abuan berbentuk bulat yang lalu hilang disapu angin.Lintingan yang dihisap remaja itu sudah sangat pendek mengindikasikan kenikmatan yang bisa didapatkannya sudah mencapai titik penghabisan. Ia membuangnya ke pinggir jalan tempatnya berdiri. Remaja itu merogoh sakunya mengeluarkan dua benda, tangan kanannya memegang lintingan baru dan tangan satunya menyulut lintingan itu dengan korek api berwarna hitam. Dilanjutkannya menikmati lintingan itu sehisap demi sehisap………….


Sering melihat kejadian semacam itu??? Pastilah sudah tidak asing lagi bukan?? Peristiwa semodel itu memang sudah sangat lumrah terjadi di masyarakat kita dewasa ini (dalam konteks khususnya para remaja). Remaja yang notabenenya masih dalam masa transisi atau labil atau proses pencarian jati diri atau pra-dewasa (kebanyakan ataunya eui…), memang sangat gampang mengikuti perkembangan yang dalam konteks ini perkembangan itu belum tentu positif maupun negatif yangmana salah satunya adalah merokok.

Rokok sebagaimana yang kita ketahui bersama memiliki berbagai zat beracun yang dapat melemahkan fungsi-fungsi beberapa bagian tubuh dan kalau dikonsumsi secara belebihan dapat menyebabkan gangguan paru-paru parah. Oleh karena itulah sering dianjurkan untuk tidak merokok serta mengurangi konsumsi rokok yang berlebihan. Kembali dalam konsep remaja dan rokok, akhir-akhir ini makin marak kita dapati remaja-remaja yang menikmati rokok merek apapun, dimanapun dan dengan siapapun. Hal itu bukan karena tidak ada sebab, tentu setiap peristiwa memiliki alasan untuk terjadi bukan?? Nah, ini jugalah yang melanda remaja kita sekarang. Beberapa hal yang tidak bisa dikatakan positif ini salah satunya seperti yang sudah disampaikan diatas adalah trend merokok.

Merokok merupakan kegiatan aktif menghisap rokok dan pelakunya disebut perokok (sudah sangat umum bukan?). Namun sungguh sangat disayangkan bahwa kegiatan aktif merokok ini dilakukan oleh para perokok muda. Perokok-perokok muda ini bahkan ada yang umurnya tidak lebih dari 10 tahun. Lebih disayangkan lagi bahwa kegiatan awal ini (yaitu merokok) dapat berlanjut menjadi kegiatan selanjutnya yaitu memakai naroba. Kemungkinan-kemungkinan terburuk ini sudah banyak terjadi pada remaja kita. Sangat menyedihkan melihat mereka yang masih memiliki masa depan yang panjang dan cemerlang ini menjadi korban-korban semacam ini.

“Saya nyoba rokok dari teman Cuma karena agar dianggap setia kawan aja. Selaen karena saya emang broken home dulu… Trus diajak nyoba yang lebih enak kata temen-temen tapi saya ogah karena tahu kalo nyoba pasti gak bakal lepas,” ungkap Bila, siswi SMAN 7 Denpasar sambil tersenyum hambar. Itulah salah satu pengakuan dari seorang siswi yang pernah mengalaminya sendiri. Menurutnya, banyak teman-teman yang ketahuan ‘pake’ dimulai dari merokok dulu. Biasanya, mereka sudah tidak bisa lepas dari yang namanya rokok, lalu berlanjutlah pada sesuatu yang seakan-akan lebih ‘nikmat’.

Memang jika kita tilik lebih lanjut, rokok dengan berbagai perasaan yang dirasakan oleh penikmatnya memiliki banyak resiko. Beberapa resiko tersebut adalah penyakit-penyakit yang mungkin menyerang dan yang lebih parah, kecanduan NAPZA.

“Tergantung iman juga sih, kalo emang tu orang gak kuat iman ya kena dah… Tapi kalo emang ngerokok itu dah jadi kebiasaan yang gak bisa dilepasin dan tu orang kuat iman, ya jalanin aja!” tutur Florestia, siswi SMAN 4 Denpasar perihal kecanduan yang pada mulanya berasal dari aktifitas merokok. Banyak banget dampak negatif yang bisa didapetin dari kegiatan ‘lanjutan’ itu. So, buat temen-temen yang belon kena, jangan pernah nyoba deh. Buat yang udah kena, tobatlah kawan……. (Lina P.W.)

*dimuat dalam Kulkul media HIV/AIDS pada rubrik Aksi edisi 22-November 2006

64 % Remaja Bali Tahu Mirisnya Air Bersih, Namun 76% Sering Memboroskan Air


“Saya sering tuh membiarkan air terbuang, terutama saat menghidupkan keran. Kadang sampai 1 jam,” ujar Chandra dengan polos tentang kesehariannya yang sering membuang air sia-sia. Namun anehnya, ia mengaku tahu air bersih di Bali sudah terbatas.

Masalah krisis air bersih di manapun sudah menjadi masalah yang cukup pelik dalam kehidupan sehari- hari. Di Bali sendiri seperti yang dapat dikutip dari data WALHI Bali, Masalah krisis air terjadi merata kecuali di lokasi tertentu yang masih dekat danau. Rata-rata debit air di sejumlah sungai, waduk, dan danau dilaporkan telah turun drastis setiap tahun khususnya bulan Agustus sampai Oktober.

Menurut laporan dari Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia bahwa telah terlihat sejak tahun 1995 defisit air di Bali sebanyak 1,5 miliar m³per tahun. Defisit terus meningkat hingga 7,5 miliar m³per tahun tahun 2000. Kemudian, diperkirakan pada tahun 2015 defisit air di Bali akan kekurangan air sebanyak 27,6 miliar m³per tahun. Kemudian lebih jelas lagi yang dilaporkan LP3B (Lembaga Pengkajian dan Pemberdayaan Pembangunan Bali) bahwa satu keluarga Bali memerlukan air rata-rata 100 liter per hari, sedangkan kamar hotel membutuhkan, 200 liter per hari per kamar yang tercatat sebanyak 15.906 unit (1999) membutuhkan air rata-rata 3.181.200 liter per hari. Belum lagi jumlah kebutuhan rumah tangga mencapai 76.335.000 liter untuk 7763.550 Kepala Keluarga (KK).

Selanjutnya, menurut pengamatan Walhi Bali dari tahun 2006 – 2007 saja, sejumlah daerah tercatat mengalami krisis air, antara lain: Tirta Mas Mampeh di Kintamani, Denpasar, Negara, Batu Agung, Singaraja, Besakih (Karangasem), Semarapura (Klungkung), dan Nusa Penida. Perosalan krisis air di Bali berdampak pada kehidupan sosial. Krisis air di Bali telah memicu konflik antar warga dengan warga, petani dengan petani, petani dengan perusahaan air minum. Beberapa kasus konflik masalah air yang muncul di media lokal antara lain; ketegangan antara warga subak dengan pihak swasta di Jatiluweh, Kabupaten Tabanan.

“Terkait dengan data-data yang kami dapatkan, kami sangat mengharapkan kesadaran untuk menghemat air bersih,” tutur Agung Wardana, direktur WALHI Bali dengan prihatin. Ia menyampaikan bahwa keengganan masyarakat Bali khusnya remaja merupakan momok dalam upaya penghematan air bersih. Menurutnya seluruh lapisan masyarakat terutama remaja sebagai manusia produktif sangat diharapkan.